Secuil makna ketika Pulkam


Setelah lama vakum dari dunia per-wordpresan akibat koneksi modem salah satu provider yg saya gunakan tidak tersedia d Padang…sehingga saya mulailah menghilang…hehe…baiklah..saya cuma pengen cerita dikit aja tentang pengalaman saya pulkam kemaren di atas “pesawat darat” yg masih mau mengangkut saya…
Ketika didalam “pesawat darat” itu saya kebetulan duduk bersebelahan dengan seorang wanita setengah baya yg mulai bermunculan keriput di wajah beliau…saya memanggil beliau dengan sebutan amak ( sering digunakan untuk memanggil ibu-ibu yg belum dikenal di ranah minang ).
Amak tersebut banyak bercerita kepada saya pengalaman hidupnya baik ketika di Palembang maupun di kampungya di dekat Danau Singkarak.

Tetapi ada 1 hal yang amak tekankan kepada saya yang mungkin keadaan ini juga banyak dialamai para Perantau Minang yaitu jangan pernah meninggalkan/melupakan bahasa minang,  sebab sangat banyak dampaknya jikalau kita sebagai Minangers melupakan bahasa kampung kita, diantaranya kita akan malas pulang kampung (alasannya sering sederhana : aq gak ngerti bahasa Minang, jadi ntar malu ama orang2 d kampung,takut diketawain,bla bla bla), ketika ada pertemuan ikatan/persatuan/organisasi Minang akan malas juga buat hadir dan alasan lainyalah. Oleh karena itu pengaruh orang tua sangatlah besar, dimana kalo bisa sejak anak2 mereka kecil ajarkanlah bahasa Minang sebagai bahasa sehari-hari di dalam rumah…cz ini mungkin juga pengalaman dari teman2 yg besar dan tumbuh di rantau jadi bahasa Minang mereka kebanyakan gak bisa…

Bahasa Minang juga merupakan identitas kita sebagai Minangers, jadi jangan takut untuk bercuap-cuap memakai bahasa Minang,walaupun masih sering salah…namanya juga belajar…

Saya pun menjadi tersentak..benar juga ya…sebab saya sendiri juga jarang pulang ke kampung saya di Sulit Air dikarenakan bahasa disana juga agak berbeda dengan Bahasa Minang secara umum… Semoga ini menjadi pembelajaran bagi rekan2  yang masih mau membaca blog saya ini.

Wallahu’alam.:D

2 thoughts on “Secuil makna ketika Pulkam

  1. kayak ibu ny iya brarti…tetap mngajaan anak2 ny bhasa dan budaya minang, wlwpun hidup d palembang….
    harus bisa masak.. krn kecek ibu, urang minang itu identik dg pandai masak…
    siipp..sippp..
    i’m proud of my mother so much🙂
    i’m proud be a minangers ^_^

    • iya ya…
      batua ama sanak ma…
      contohnya bnyak suman itu ma…
      semoga wk bisa lah bsuak2 ko ma ajaran ka ank2 bahasa minang n bahasa arab…
      wkwk..😀

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s