TalkMore=DoMore


Terinspirasi dari sebuah ayat suci Al-Quran yaitu

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. #AsShaf (61) : 2-3

Yap, ayat diatas sangat “menyentil” akal pikiran saya , betapa tidak…, Allah sangat benci terhadap orang-orang yang “besar omong”, dimana kata-kata manis yang di keluarkan dari mulut tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan. Hanya besar di perkataan. Naudzubillah mindzalik. Terjemahan ayat ini sering di “dengungkan” oleh kakak senior saya di kosan maupun di kampus, pertama saya dengar malah saya anggap sepele, tetapi setelah dibaca lagi artinya secara mendalam, saya tersadar betapa ayat ini merupakan peringatan dari Allah SWT kepada kita semua.

Sekarang pertanyaan besar muncul, apakah kita semua seperti itu?? Saya mulai menyadari akan hal itu, terkadang kita hanya pandai “berkata-kata” namun untuk berbuat sangatlah minim. Mungkin pada kondisi ini benar adakalanya pepatah lawas, “Diam itu Emas”. Tapi tunggu dulu, kalo kita diam terus kapan mau majunya?? Ada sebagian orang yang beranggapan Diam sajalah sebagai alternatif untuk “bermain aman”, tapi kehidupan ini selalu bergerak teman, tidak ada kehidupan  yang statis, boleh saja diam akan “kata-kata” namun berontak dalam “aplikasinya”. Tapi ingat….harus bergerak sesuai rule yang kita yakini benar.

Tetapi di lain cerita, kadangkala kita memang gemar untuk berkata-kata manis seperti dalam hal menasehati teman, sodara, keluarga dan bangsa Indonesia (buset dah udah Negara yg di kelolanya,hehe…jangan serius amat yak…), tapi kita kadangkala lupa mengaplikasikan apa yg kita ucapkan tersebut, apakah kita termasuk pada orang-orang seperti ayat diatas?? Itu semua kembali kepada NIAT kita semua, sebab menasehati orang lain, dalam hal ini mengingatkan dengan santun bukannya mengingatkanya dengan menghardik, juga merupakan kewajiban kita sebagai manusia sebagaimana firman Allah dalam QS. AlAshr (103):2-3, yang isinya lebih kurang “sungguh rugi manusia yang tidak menasehati dalam kebaikan”.

Kadangkala seking getolnya kita menasehati orang lain dengan kata-kata (pada umumnya seperti ini neh), kita lupa menasehati orang lain dengan PERBUATAN. Coba kita menasehati orang lain dengan PERKATAAN disertai dengan PERBUATAN, jadi kan maknyus tu ama Surat AsShaf:2-3, dimana kita BANYAK BERKATA, BANYAK BERBUAT, yang kita katakan sesuai ama yang kita kerjakan.
Sekarang diperlukan lah niat TULUS IKHLAS kita untuk dapat BERKATA-KATA yang diikuti PERBUATAN yang konkrit.

Oleh karena itu marilah kita jaga lisan yang sering kita “cipratkan” kepada orang lain hendaklah membawa kebaikan bagi orang lain tersebut. Semoga tulisan ini tidak hanya sebagai “ketikan keyboard tanpa aplikasi yang nyata bagi saya pribadi”

Waalahu’alam

#Tulisan ini dedikasikan buat kakak senior yang selalu mengeluarkan jurus pamungkasnya yaitu QS(61):2-3.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s