lagi di [katanya]Paris van Sumatera


Sudah 2bulan 6 hari saya berada di kota Binjai, Sumater Utara. Rasanya baru kemaren saja saya menginjakkan kaki di tanah deli ini, dimana dalam keheningan malam yang ditemani rintik hujan didalam pool bus Lo**** yang membawa saya dari tanah Sriwijaya. Banyak hal tentunya yang dapat saya ceritakan dalam jangka waktu 2 bulan selama disini, sebenarnya saya udah pernah menulis pengalaman saya yang ini medanpart1, cuma itu baru sekelumit saja,hehe.

Banyak hal yang saya dapat petik selama disini, baik mengenai tingkahlaku orang Medan, apa aja keunikan di Medan, rute angkot mana saja, bahkan tau daerah mana aja yang jalannya macet dan forbidden.hehe. Tujuan utama saya berada di sini sebenarnya buat KerjaPraktek, tapi ada misi lain yang tersembunyi yaitu ingin jalan-jalan Sumatera Utara.haha. Makanya saya rela jauh-jauh KP dari tempat menuntut ilmu (indralaya) atau kampung saya (padang) demi menuntaskan misi saya buat jalan-jalan (diam2 aja ya:) ).

Ajaibnya misi saya tersebut udah terealisasi di minggu pertama KP, dimana saya udah diajak untuk “jalan-jalan” ke BTS di daerah Tj Morawa, 1jam-an lebih dari Kota Medan. Tepatnya daerah Tanjung Purba,saya pikir lumayanlah meski tidak seperti jalan-jalan yang sebenarnya. Disana saya disuruh mengecek kondisi BTS, padahal itu baru pertama kalinya saya menge-cek BTS. Tak apalah, dapat ilmu juga meskipun sekarang saya ragu apakah masih ingat apa tidak dengan ilmu disana,hehe.

Masuk minggu kedua saya diajak jalan lagi, tempatnya lebih jauh, yaitu ke Berastagi Kab Karo. Pertama saya dan teman-teman mengelak, sebab ilmu ketika diajak ke lapangan aka jalan-jalan itu banyak yg gak cocok ama basic jurusan saya, iseng-iseng saya search di gugel bagaimanakah Berastagi itu. Sebab yang saya tau dari Berastagi itu adalah jeruknya yang terkenal. Setelah dapat info ttg Berastagi, ternyata tempatnya bagus buat jalan-jalan,kayak daerah pegunungan begitu. Saya pun mengiyakan jua ajakan buat “jalan-jalan” tadi.

Pukul 14an lebih kurang saya sampai di Berastagi. Eh ternyata untuk pergi ke lapangan buat mengganti sebuah modem atm bank baru bisa dilaksanak pukul 8 malam. Ada lebih kurang 6jam-an saya menjadi pengganguran disana. Gak jelas mau ngapain. Akhirnya saya dan teman berani untuk keluar sekedar menghirup udara dingin tanah Karo. Kata orang sana pergi aja ke Gundaling. Letaknya di atas bukit gitu,tapi saya gagal kesana dikarenakan rintik hujan mulai menyerang. Jadi selama itu saya hanya terpaku di sekitar kantor. Jam 10 malam kami telah selesai bekerja, jadi kami siap-siap untuk pulang dengan perut yang udah “konser” dari tadi. Diputuskan kami makan di daerah Sibolangit, nama rumah makannya lupa saya yang pasti HALAL, sebab sangat sulit menemukan rumah makan Halal disana. Jam 2 malam kami sampai rumah, melelahkan.

Sehabis itu praktis KP saya hanya berkutat di kantor tanpa ada “jalan-jalan” lagi.

Waktu terus berlalu hingga sampailah saya di awal Ramadhan, ini merupakan Ramadhan pertama saya di kota Binjai, sahur dan berbuka  ditemani nenek dan atuk tercinta. Akhirnya KP saya selesai di akhir minggu pertama Ramadhan, teman KP saya mulai beranjak ke kampung masing-masing di Dumai dan Padang Panjang.

Buka bareng dengan teman-teman merupakan momen yang tak bisa dihindarkan selama Ramadhan ini, kali ini saya sempatkan Buka Bareng di Ramadhan Fair sebab saya sering lihat di tipi-tipi ini merupakan tempat khas kuliner di Medan selama Ramadhan, tapi sangat disayangkan disini gak ada khasnya Medan, adanya Mie Aceh, Sate Padang, Soto Betawi, dan lain-lain. Mungkin saja saya yang tidak menemukan makanan khasnya ya saking ramainya pengunjung dan penjual disini. Ditambah lagi makanan Mie Aceh yang saya makan agak kurang enak, seperti (#maaf) agak basi. Tapi yang namanya perut udah lapar makanya langsung aja masukin ke perut, efeknya nyampe rumah langsung dikeluarin lagi tuh makanan😦.

Ramadhan telah sampai di penghujung menandakan semakin dekatnya Hari Kemenangan itu, oiya saya setelah KP kenapa masih di Binjai gak pulang ke Padang sebab saya Idul Fitri disini, semua keluarga besar dari Padang, Palembang, Gresik, Bandung, Kuala Lumpur  dan Pekanbaru balek kandang ke Binjai. Tanggal 29 keluarga udah pada ngumpul semua disini. Makin ramai aja neh rumah nenek apalagi ada anak kecil yang bikin gemesin dan ngeselin, tau ndiri lah sifat anak kecil bijimane.


Akhirnya misi saya untuk jalan-jalan kembali terwujud, sebab keluarga besar berencana untuk tour ke Berastagi dan Bukit Lawang. Pergi ke Berastagi merupakan untuk kedua kalinya, saya hanya bisa membaca novel “2” selama perjalanan sebab saya udah bosan melihat jalanan ke Berastagi (padahal baru sekali pergi#sombong). Akhirnya kesampaian juga untuk ke Gundaling, benar-benar Subhanallah dari atas sini, bisa melihat seluruh Kota Berastagi yang di kelilingi Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Ini baru namanya Indonesia.


Lusanya baru kami sekeluarga ke Bukit Lawang yang notabene masih dalam komplek TN Gunung Leuser. Bukit Lawang ini gak sama lo kayak Taman Lawang, jauh bedanya. Di perjalanan ini baru saya merasakan suasana baru tapi tetap ngantuk juga,hehe. Akhirnya sampai di Bukit Lawang meskipun banyak “pungutan” sana sini. Untung kami perginya pagi sebab kalo udah masuk siang tempat ini kayak tempat pemandian umum, tumpek banget isinya. Bukit Lawang ini hampir sama kayak Lubuk Minturun dan sejenisnya kalo di Padang tapi disini dikelola dengan baik, dimana kiri kana aliran sungai dibuat beberapa pondok kecil, losmen, rumah makan, warung kecil dan tempat bilas. Antara sisi sungai satu dengan yang lain dibuatkan jembatanya jadi kelihatan enak dipandang. Benar-benar Indonesia bangetlah.


Akhirnya malam ini menjadi malam terakhir saya di Binjai, sengaja saya menulis pengalaman ini sekarang takutnya nanti kalo udah sampai di bumi Sriwijaya, kenangang-kenangan ini akan menguap begitu saja, dengan dituangkan dalam blog ini minimal saya dapat mengenangnya.😀

Mungkin sekian journey saya di North Sumatera yang katanya Paris van Sumatera ini, entah iya entah tidak sebab yang saya tau Paris Van Sumatera yaitu Kota Bukittinggi. Wallahu’alam.

 

 

 

6 thoughts on “lagi di [katanya]Paris van Sumatera

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s