saya iri dengan dia…


Seperti biasa di hari kamis tiap minggunya saya mendapat jatah untuk mengisi mentoring di kampus saya. Kebetulan waktu mentoring itu pukul 10.20 dan saya biasanya telah sampai di TKP sejak pukul 09.30, ntah itu saya memang kosong agenda paginya atau memang saya merasa harus tiba lebih awal dari adek-adeknya untuk mempersiapkan bahan mentoring. Kamis ini mentoring saya bertempat di mushola FKIP, tempat dimana kader-kader dakwah kampus saya dominan muncul dari sini. Kamis ini merupakan kedua kalinya saya mentoring di mushola FKIP ini, tak sengaja saya melihat seorang mahasiswa yang baru saja menunaikan solat Dhuha dan segera bermunajat, saya menjadi tertegun sebab mahasiswa itu tersedu-sedu dan khusyuk sekali. Pada awalnya saya anggap itu udah biasa, namun saya perhatikan secara seksama kembali mahasiswa itu, ternyata dia mahasiswa yang sama dengan mahasiswa 2 minggu sebelumnya yang saya temui juga lagi berdoa dengan tersedu-sedu dan khusyuk sekali.

Otak saya pun berfikir cepat, sudah jarang sekali saya temui mahasiswa seperti itu sekarang, jangankan untuk berdoa, terkadang habis solat kita tanpa disadari langsung bergegas untuk pergi keluar musola ( tidak berdoa ), namun saya tertegun dengan mahasiswa itu, dan dia sepertinya bukanlah mahasiswa senior, melainkan mahasiswa baru yang artinya masih muda dibanding saya, mungkin masih sedikitlah dosanya dibanding saya yang udah bejibun dosanya ini. Tapi saya saja kadang berdoa tidak seperti itu nian, masih meremehkan “kekuatan” sebuah doa mungkin.

Mahasiswa itu memang benar-benar menyentak alam bawah sadar saya, kemana saja saya selama ini?? kemana saja “ruh” dari doa-doa yang saya panjatkan setelah selesai solat??, seperti saya menyepelekan “power” sebuah doa. Tapi itulah tadi, saya menjadi “iri” melihat mahasiswa itu menikmati untaian-untaian doa yang dia panjatkan, menikmati untaian-untaian kata yang memang mempunyai “ruh” tersendiri sehingga membuat tersedu-sedu dan khusyuk sekali.
Semoga ini menjadi renungan buat teman-teman yang udah mau berkunjung ke sini, terutama intropeksi diri buat saya pribadi.
Wallahualam.

5 thoughts on “saya iri dengan dia…

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s