BERFIKIR RISET DAN TEKNOLOGI


Secara bahasa, berpikir ialah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Berpikir merupakan cara khas manusia yang membedakannya dari makhluk lain. Karena kemampuan berpikir inilah manusia merupakan makhluk yang dimuliakan Allah, seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an (yang

Secara bahasa, berpikir ialah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Berpikir merupakan cara khas manusia yang membedakannya dari makhluk lain. Karena kemampuan berpikir inilah manusia merupakan makhluk yang dimuliakan Allah, seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an (yang artinya), “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak keturunan Adam, Kami angkut mereka di daratan dan lautan, Kami beri mereka rezeki yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang Kami ciptakan.”  (Al-Israa’: 70)

Islam memandang berpikir sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah. Berpikir akan mengantarkan manusia untuk menyadari posisinya sebagai hamba dan memahami fungsinya sebagai khalifah (pengelola) di muka bumi.

Berpikir kritis menjadi lebih penting bagi mahasiswa (Feldman & Schartzberg, 1990; Paul, 1995). Secara khusus mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis dalam mempelajari dan mempraktekkan ilmunya. Alasannya, Pertama, mahasiswa adalah bagian dari masyarakat ilmiah. Masyarakat ilmiah bekerja demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan umat manusia. Ilmu pengetahuan berkembang karena adanya pertanyaan dan meragukan apa yang sudah ditemukan sebelumnya. Tanpa kemampuan berpikir kritis, mahasiswa tidak bisa mengajukan pertanyaan yang mendasar terhadap pernyataan-pernyataan ilmiah yang ada. Sebaliknya, jika mahasiswa hanya menelan penemuan dan tidak bertanya lagi, maka ilmu pengetahuan tidak berkembang. Kedua, mahasiswa, dituntut bersikap profesional, baik semasa ia kuliah maupun setelah lulus. Sebagai profesional ia dituntut untuk memperbaiki keadaan masyarakat. Untuk bisa melihat sesuatu yang perlu diperbaiki seorang harus bisa tidak begitu saja menerima apa yang sudah ada. Tidak menerima begitu saja apa yang sudah ada adalah inti dari berpikir kritis (Moore dan Parker,1986).

“Research is a human activity based on intellectual investigation and is aimed at discovering, interpreting, and revising human knowledge on different aspects of the world. Research can use the scientific method, but need not do so.”

(sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Research).

Riset atau penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistimatik, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta. Penyelidikan intelektual ini menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwatingkah lakuteori, dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut.

Kegiatan penelitian pada hakekatnya mempunyai tujuan untuk  menemukan, menginterpretasikan ataupun merevisi pengetahuan yang ada di masyarakat.

Negara

Populasi (juta)

Riset

 Indonesia 245,45 113
 Malaysia 24,39 117
 Vietnam 84,40 201
 Singapura 4,49 253
 Pakistan 165,80 584
 Taiwan 23,04 3.911
 Korea Selatan 48,85 6.493
 Australia 20,26 6.961
Publikasi Riset di Bidang Fisika.
Sumber:SLAC Library, Stanford University,
AS. Mei 2006

Sumber : wikipedia

Riset dan teknologi merupakan identik dengan seorang ilmuwan, dimana memakai jas lab, berkacamata, rambut acak-acakan, jarang mandi dan gosok gigi ( mungkin ), makan gak teratur, dan kepribadian yang tertutup. Seperti itulah lebih kurang paradigma zaman dahulu. Sekarang riset dan teknologi tidak harus dilakukan oleh orang-orang yang telah “dimakan usia”, sekarang saatnya kita sebagai mahasiswa yang identik dengan istilah “iron stock” harus mampu menjawab tantangan zaman ini.

Berfikir riset dan teknologi yaitu kita mampu untuk berinovasi dalam membuat sebuah terobosan baru terutama di bidang teknologi, yang tetap mengedepankan proses riset (langkah-langkahnya) dan harusnya selaras dengan perkembangan zaman. Contoh kasusnya ane ambil di riset atau penelitian di bidang Teknologi Informasi (sumber: http://yudiagusta.wordpress.com/2008/03/10/penelitian-teknologi-informasi-ti/), yaitu

Penelitian Teknologi Informasi (TI) cukup berbeda dengan penelitian di bidang sosial kemasyarakatan. Umumnya penelitian TI tidak mempunyai metodelogi yang jelas, tidak ada pembuatan kuesioner, tidak ada pengolahan data dan hanya sedikit yang mencakup analisa hasil. Jenisnya antara lain :

  • Penelitian Murni TI

Penelitian jenis ini merupakan penelitian yang berusaha
memecahkan permasalahan-permasalahan yang muncul terkait bidang TI dengan mencari solusi-solusi yang bersifat fundamental. Umumnya penelitian ini banyak berkecimpung mempelajari teori-teori yang ada untuk dapat mengembangkan teori-teori fundamental terkait lainnya.

  • Penelitian Terapan TI

Penelitian terapan di bidang TI lebih mengacu pada penelitian yang memanfaatkan teori atau metode, yang telah dikembangkan orang lain dalam cakupan penelitian murni TI, di dalam pengembangan penelitian lanjutan.

  • Penelitian Pengembangan Sistem

Sistem yang dimaksud di sini merefer pada sistem yang dapat dipergunakan langsung oleh pengguna seperti sistem informasi dan sistem jaringan. Penelitian jenis ini umumnya berusaha menerapkan berbagai teori atau metode yang telah dikembangkan baik dalam cakupan penelitian murni maupun penelitian terapan seperti sistem database, bahasa pemrograman, konsep jaringan dan lain-lain.

  • Penelitian terkait Penggunaan dan Manajemen TI

Belakangan ini, dengan berkembangnya penerapan TI di masyarakat, keilmuan tentang efektivitas penggunaan dan keilmuan di bidang manajemen TI juga semakin berkembang. Penelitian terkait dengan keilmuan-keilmuan tersebut juga banyak dilakukan. Walaupun masih dalam ruang lingkup TI, penelitian jenis ini mungkin lebih banyak dikaitkan dengan penelitian bidang sosial kemasyarakatan, karena yang menjadi objek penelitian biasanya adalah user/pengguna TI, administrator TI atau providerTI. Sehingga kemungkinan untuk menerapkan metodologi penelitian seperti halnya penelitian di bidang sosial kemasyarakatan sangat besar.

Kesimpulan

Lakukanlah riset atau penelitian di bidang apapun, yang terpenting kita mendedikasikan itu semua kepada Allah SWT, insyaAllah bernilai pahala dan akan mendekatkan diri kita lebih lagi kepada Sang Khalik serta akan mampu menjadi trigger bagi kemajuan Peradaban Islam dan akan juga mengembalikan kejayaan Islam itu sendiri.  Wallahu’alam.

| special for Tatsqif |

One thought on “BERFIKIR RISET DAN TEKNOLOGI

  1. Hey there very nice internet site! Dude. Beautiful. Amazing. I’m going to search for your internet site along with consider the feeds furthermore? I am thrilled to seek out plenty of helpful information in this article in the upload, we’d like come up with more tactics for this consideration, many thanks discussing.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s