#Old_File


Pemuda, pemudi, itukah aku? harapan umat, harapan bangsa serta negara, itukah yang ada pada diriku? dunia…kau memang “panggung sandiwara” dimana mau tak mau aku harus ambil bagian di dalamnya.

Aku lelah, aku letih, lesu dan 5 L lainnya sedang menyerang diriku. Perjalanan ini sungguh sangat-sangat panjang, seperti tiada ujung. Pundak ini terasa patah, tak kuat lagi memikul beban ini. Kadang terpikir untuk apa aku lakukan semua ini. Tanpa ini pun aku masih bisa bertahan, tanpa inipun aku masih tetap punya kawan, tanpa ini pun aku lebih leluasa, tanpa inipun masih banyak yang bisa aku kerjakan. Semua yang kulakukan serasa tak penting bagiku. Apalagi aku disini adalah mahasiswa, yang merantau dan jauh dari orangtua. Aku juga harus memikirkan kuliah, tugas-tugas menumpuk, kuis-kuis menanti, laporan yang tiap hari dikejar deadline, belum lagi ini-itu, tolong dibentuk panitianya ya, tolong acaranya segera dikonsep, tempatnya segera dipersiapkan, harus waktunya diluangkan buat syuro’ (rapat), semua membuatku capek, letih, lesu, dan semuanya berubah jadi satu, aku jenuuuuh. Allah ya Rabb, aku benar-benar lelah, aku capek dengan semua ini, aku ingin berhenti saja dari jalan ini, rasanya tak sanggup lagi aku berada di jalan ini.

Tapi, haruskah aku berhenti dari jalan yang telah mengajarkanku bahwa hidup ini bukan untuk diri sendiri, jalan yang mengajarkanku agar aku lebih bisa menghargai waktu, jalan yang mengajarkanku agar bisa lebih beruntung hidup di dunia ini, bukan malah merugi yang kebanyakan orang lakukan di luar sana. Dengan jalan ini pula aku lebih bisa dekat dengan Sang Pencipta, Allah Subhana Wa Ta’ala; sang Rasullullah, Nabi Muhammad SAW; serta agamaku sendiri, ISLAM yang mungkin selama ini aku terlalu jauh dengannya.

Tapi…aku kan manusia biasa, aku tak biasa melakukan semuanya, aku juga punya keterbatasan, aku juga bukan robot, aku juga bukan Superman atau hero-hero lainnya dalam komik yang tak pernah lelah, letih, dan lain sebagainya. Aku juga butuh istirahat bung.
Tapi…jika semuanya berfikiran seperti aku tadi. Mau dibawa kemana dunia ini ? dimana semua orang hanya berfikir untuk dirinya sendiri, individualis pun bertebaran dimana-mana. Lalu apa yang akan terjadi pada umat ini ?

Bukankah aku ini umat Rasullullah? bukankah aku yang nantinya akan mengharapkan syafaat dari beliau di hari akhir nanti? bukankah aku ini juga umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, yang mempunyai KEWAJIBAN menyeru yang ma`ruf dan mencegah yang mungkar. Jika seperti ini mana pengabdianku buat umat yang mana saat ini terjadi krisis moral dan sangat membutuhkan pertolongan.

Tapi…aku tetap saja manusia biasa yang mana imanku sering naik, sering pula turun, aku juga bisa tidak bersemangat, bahkan semangat itu hilang entah kemana. Aku ingin santai-santai saja, hidupku ya hidupku, gak ada istilah deadline-deadlinean, gak ada yang namanya syuro’. Aku juga punya tugas kuliah, kalau aku terlalu banyak ini-itu malah kuliah aku yang berantakan nantinya. Namun apa yang aku jalani sekarang ini bukannya AMANAH, yang kelak nantinya akan dipertanggung jawabkan, haruskah aku tinggalkan semua ini. Bukankah jika aku tidak bisa maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik? ASTAGHFIRULLAHAL’AZIM….

Apa yang telah aku pikirkan ini, jadi cuman ini yang bisa aku berikan pada umat, ampuni hambaMu inilah Allah, Ya Rabb,Ya Ghoffar.

Tidak…aku adalah orang-orang terpilih, aku dipercaya mengemban amanah ini. Aku juga punya tugas untuk menyampaikan kebaikan. Tidak sekali lagi. Tidak. DIAM ITU MEMATIKAN. Aku harus tetap bergerak, KEEP FORWARD. Masih banyak saudara-saudaraku yang harus menerima haknya. Dakwah ini harus tetap berjalan. ALLAH BERSAMAKU. Bukankah Allah telah berjanji, barangsiapa yang menolong agamaNya maka Allah akan menolong dirinya. Ya…janji ALLAH itu pasti..

Aku harus bergerak sekarang, karena aku tidak tahu 1 menit kedepan apakah aku masih di ijinkan Allah untuk bisa hidup di buma ini.ataukah nantinya akan meninggalakan nama. Aku harus berbenah diri. Aku ini HARAPAN UMAT. AKU INI GENERASI TERBAIK. Kalimat Allah harus selalu tegak di bumi ini.harus selalu mengalun di setiap desah nafas yang kita hirup. Aku harus melakukan perbaikan di tengah “kerusakan” ini. Aku harus bisa bermanfaat bagi orang lain dan umat ini…AKU YAKIN AKU PASTI BISA…

wallahualam bishowab….

*IRMA GA 2010

4 thoughts on “#Old_File

  1. mantabbbbbbbb.. #Pakeqalqalah.
    merinding baconyo..

    “ketika ada seribu orang, aku ingin termasuk di dalamnya. ketika ada 100 orang, akupun tetap ingin termasuk di dalamnya, ketika ada sepupuh orang, aku tetap harus ada di dalamnya. bahkan, ketika yang tertinggal hanya 1 orang pun, aku ingin tetap ada di dalamnya”. Akan tetapi, jangan sampai dibarisan dakwah ini. qt cuma yang membuat “berbaris tambah panjang, bertepuk, tambah ramai” alias cuma ongkang-ongkang.
    ^_^

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s