Coba meResensi Film N5M


Kali ini mencoba berperan sebagai pengamat film, kalo bahasa kerennya kritikus film, jadi diharuskan bisa ngekritik film yang orang lain buat, tapi gak usah dianggap serius amat yaak.

negeri5menarathemovie

Akhirnya setelah lama memendam rasa buat nonton film yang katanya dalam seminggu pemutarannya mendulang penonton hingga 300.ooo penonton ( kalo gak salah baca ya :D),  kebagian “waktu kosong” buat nonton bersama 11 sahabat yang rela menempuh 1 jam perjalanan buat nonton ne film. Ini mungkin rekor baru bagi saya, sebab ketika diamanahkan tuk membeli tiket bioskop, saya harus membeli 12 tiket sekaligus, wow, serasa membawa 1 kampung buat nonton, dari kakek nenek ampe cicit buyut. Rame nian. Tapi asyik lho 🙂

Nontonya sengaja diambil malam, sebab bagi saya dan teman-teman itulah mungkin waktu agak jeda dikit buat refreshing (*maklum orang sok sibuk,hehe). Kapan mau resensinya ne uda ?? (*celotehan telah bermunculan dari seberang), sabar dulu yaakkk. Kita masuk ke intro dulu yaaaa. Lanjut!!

Mau mulai dari mana ya?? sebab waktu mulai nonton N5M ini udah berjalan filmnya lebih kurang 10-20 menitan karena nunggu sahabat yang agak ngaret datangnya, jadi intro si N5M agak terlewatkan bagi saya. Moga-moga di awal film gak ada momen-momen penting yang sayang tuk dilewatkan,hihihi.

Kalo isi film keseluruhan memang agak jauh berbeda dengan yang novelnya, ada beberapa yang terpotong dan diubah settinganya (*ini mah biasa buat novel-novel yang difilmkan, ada yang dikorbankan scenenya), jadi wajar yaaa, sepakat kan??

Terus pesan-pesan yang tersirat dalam film N5M ini kok agak “mandul” ya?? maksudnya kekuatan nilai-nilai moral yang ada di novel aslinya kok banyak yang menguap, gak berbekas di film ini. Jadi pesan-pesan yang tersampaikan cuma dikit, kekuatannya cuma di Man Jadda Wajadaa doank, perasaan saya yang udah baca novelnya (*udah lama juga seh baca novelnya, jadi rada agak lupa, belum sempat diulang kembali) pesan-pesan yang disampaikan gak cuma man jadda wajadaa. Mungkin perasaan saya aja kali yaaakk.

Kekuatan/ pusatnya dari film ini malah saya bilang di sosok seorang Baso, seorang santri dari Tanah Gowa, Sulewesi yang jauh-jauh menempuh perjalanan dari kampungnya tuk menimba ilmu di Pondok Madani agar bisa menjadi Pengahafal Quran  (*cita-cita yang buat saya jadi kesindir tu), agar bisa menjadi seseorang yang mengangkat martabat dan derajat kedua orang tuanya yang sejak kecil tak pernah ditemuinya, dalam banget ne cita-cita tu bocah.jadi merinding saya dibuatnya. Jadi ceritanya si Baso ne gak sampai tamat di Pondok Madani, sebab neneknya (yang menjadi pengasuhnya sejak kecil) udah mulai gak bisa kemana-mana alias udah gak bisa lagi turun dari tempat tidur, sehingga mau tak mau, suka tak suka, harus ya harus si Baso kudu balek ke Gowa tuk mengabdi pada Neneknya yang telah berjasa membesarkan dia, nah ketika si Baso pulkam ini, cerita N5M ini udah mulai “mengambang” deh. Nilai-nilai atau pesan yang hendak disampaikan udah gak ada lagi. Jadi yang menjadi penyampai pesan moral ya di kepribadian Baso.tapi wallahu ‘alam juga deh apa di novelnya emang si Baso yang ditekankan atau sosok si Alif (*maklum baca novel baru 1kali, udah lama pula bacanya, mungkin memory otak ne udah mulai usang tuk mengingat hal begituan lagi).

Apa lagi yaa?? jadi lupa deh sebab gak banyak mungkin kritikan yang bisa saya utarakan disini, itu aja mungkin, jadi amnesia deh mau nulis apa lagi. Cukupalah kira-kira itu yaaakkk. Mungkin teman-teman merasakan hal yang sama seperti saya?? share disini yaa…Maklum, baru belajar jadi pemerhati film yang benar, bisa aja saya yang salah mungkin. Hehehe, maapkelah 🙂

-Malam Sabtu di Keheningan Rintik Hujan Indralaya-

Advertisements

One thought on “Coba meResensi Film N5M

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s