Belum bisa…


Kembali di waktu subuh yang sejuk ini mencoba merangkai kata melalu ketikan jejari keyboard laptop, meski laptop pinjaman (hehe…derita laptop rusak🙂 )

nuuu…disalemin jugo😦

yap, itu merupakan penggalan sms yang dikirim oleh salah satu sahabat perempuan di sebuah organisasi tempat saya beraktivitas. Awalnya saya tidak terlalu menghiraukan isi sms itu, namun seiring berjalannya waktu hati ini makin gelisah, sebab dia terus membahas apa yang saya lakukan itu. Ini terjadi ketika organisasi yang saya ikuti ini bekerja sama dengan sebuah EO tuk mengadakan sebuah acara, nah kebetulan saya yang menjadi panitia yang mengharuskan saya menyalami orang-orang dari EO itu, dan kebetulan juga dari pihak mereka terdapat perempuan. Maka, saya mau tak mau dengan maksud menghargai mereka, saya menyalami mbak-mbak tadi yang notabene adalah bos dari EO tersebut.

Awalnya sempat terbersit di otak ini tuk segera menolak menjabat salam dengan lawan jenis, namun kondisi di lapangan yang mana beliau telah mengajukan tangan terlebih dahulu memaksa diri tuk menerima itu.

Yap, memang dalam Islam kita diharamkan tuk bersentuhan langsung dengan yang bukan muhrimnya.sangat dilarang. Tapi terkadang ada kondisi-kondisi dimana memang kita harus bisa melihat dari sisi kebermanfaatan dan mudharatnya. Saya mungkin bukanlah seorang alim yang telah mampu mengaplikasikan semua petunjuk-petunjuk dalam Quran dan hadits,  namun saya selalu berusaha tuk bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Buat masalah seperti ini, memang ada kebimbangan dalam hati ini, kondisi dimana menolak atau menerima menjabat tangan dengan lawan jenis. Namun, sekali lagi. Saya masihlah hamba Allah yang lemah yang mungkin masih belum bisa tuk saat ini dengan tegas menolak jabatan tangan dengan lawan jenis, yang saya lakukan pertama kali ialah mempertimbangkan kebermanfaatan dan mudharatnya jikalau saya menolak atau menerima jabatan tangan.

Buat masalah kebermanfaatan dan mudharatnya mungkin teman-teman semua yang bisa menganalisa dan mencari tahu sendiri…

Semoga kedepan saya bisa mengazzamkan diri tuk secara tegas menolak jabatan tangan dengan lawan jenis.

Wallahu’alam…

10 thoughts on “Belum bisa…

  1. kata saya ya brother, jangan selalu diingat2 oleh hati deh. bikin sakit hati soalnya.
    namanya juga hidup manusia, aturan yg dipegang tiap orang beda2..jadi sekali bersinggungan bisa sakit klo dipikirin ma hati terus..🙂

  2. 🙂 hhe,.judulnya.
    mnurut saya bnyk makna.
    isi smsnya juga “lucu”

    klo gtu mw nanya nih:
    1. misalnya yg ngajak salaman itu gadis berjilbab rapi gimana?? jgn jwb dx mungkin,tp ini misalnya

    2. misalnya kamu liat saudarimu dalam organisasi yg udah cukup “ngerti” juga, diajak salaman oleh pemimpin perusahaan,katakanlah begitu dan dia jg salaman.. gimana tuh??

    • emg sesuatu judulnya tu, biasalah kalo menjadi penulis…(jiaahh…)
      wah, cek gu kasih pertanyaan, sebisanya dijwab deh🙂
      1. kalo gadis berjilbab yg rapi yg ngajak, dipikir dulu….apakah dia udah paham atau belum?? kalo emg rapi namun gak paham, mungkin lain cerita serta mudhoratnya lebih besar ketimbang manfaatnya ya ditolak toh…
      2. nah..membalikan keadaan diriku neee…wkwk…kalo itu tergantung ke pribadi beliau, apakah seperti diriku atau tidak, intinya kembali ke pribadi masing2, toh yg bisa menilainya kita sendiri…
      wallahu’alam…🙂

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s