D.A.N.G.D.U.T ?


Kali ini saya berkesempatan kembali tuk jalan-jalan, kali ini tujuannya Kota Lahat. Seperti biasalah, jalan-jalan kali ini ada udang dibalik maksudnya, maksudnya ada tujuan lah,hehe. Memenuhi undangan salah satu sesepuh Unsri, kando Febriansyah yang melakukan Walimatul ‘Ursy di kediamannya di Lahat. Meskipun akad nikah nya sejak bulan maret terdahulu, dikarenakan kesibukan beliau hingga baru sempat ngadai Walimahan di Lahat baru sekarang.

Cukup sekian pendahuluanya, gak usah banyak-banyak. Ntar bosan pembaca yang setia yang ngebaca tulisan saya mengenai jalan-jalaaaannnn teruusssss. Maklum kuliah udah jarang, *nahLho🙂

Dangdut. Ya itu judul yang coba saya angkat pada hari yang cerah ini. Pada tau dangdut kan? kalo gak tau berarti anda gak gahollll😀

Mengapa dangdut? Saya bukanlah penggemar dangdut. Saya tidak lah se-fanatik teman di sebelah saya, yang merupakan Dangdut Mania, Aliranya Bang Rhoma Irama, #peace🙂. Setiap kami melakukan perjalanan, pastilah si Dangdut yang didendangkan. Ahaayy.

Rhoma Irama

Awalnya saya mengira dangdut ini seperti lagu remix yang sering diputar di angkot maupun buskota, tapi itu dahulu kalaaaa. Sekarang saya baru menyadari dangdut ini lumayan enak kalo didengari, tapi dangdut yang sebenar dangdut yaaa. Bukan kayak dangdutnya “Tri Lion” ataupun sejenisnya.

Saya pikir lagu apa seh dangdut ini, gak jelas iramanya, gak jelas penyanyinya. Maklum sejak kecil di lingkungan rumah gak ada yang hobi dengar lagu begituan, kalo orangtua senangnya lagu Chrisye dan lagu-lagu lawas. Jadi sejak kecil di doktrin untuk senang lagu pop. No problemo, toh selera musik orang lain berbeda-beda.

Ketika menginjakan kaki di Bumi Caram Seguguk, saya disuguhkan lagu dangdut. Iya, teman sekosan saya di Gang Buntu ternyata maniak dangdut juga. Teman yang sekarang menjadi pemimpin saya di sebuah Institusi Peradaban di kampus. Wow, tak kenal siang, sore hingga malam menyapa pun dangdutan tu lah yang mengiringi perputaran waktu di kosan.

Hingga akhirnya saya tahun  keempat di Bumi Caram Seguguk ini, ternyata buanyakkk yang doyan dangdut. Ahaayy. Ada teman yang menunggangi Honda CBR, yang kelihatan jantan dan maskulin deh. Eh, danguter maniak. #gelengGelengKepala

Tapi itulah dangdut, musiknya orang pribumi. Musiknya khas Indonesia. Musiknya yang berbeda dengan musik yang lain, karena cengkok-an yang begitu aduhai. Musik yang bisa menyatukan keanekaragaman penduduk Indonesia. Bukankah Project-P telah membuat lagu dengan judul Dangdut is The Music of My Country. Musik yang membuat raga orang-orang Indonesia tetap satu, yaitu INDONESIA SAJA.

Kita harus bangga juga bahwanya jarang-jarang ada musik khas suatu Bangsa, dan itulah Indonesia yang mempunyai ciri khas tersendiri. Bahkan kabarnya udah dipatenkan di UNESCO (*kabarnya,belum dicek.hehe)

Tapiii….bukanlah dangdut seperti Orgen Tunggal, bukanlah dangdut Koplo, tapi yang sebenarnya dangdut. Dangdut dengan cengkok-annya yang muantapppp. Namun sekarang dangdut telah terjadi revolusi, dimana dangdut asli yang semakin ditinggalkan. Dangdut yang telah berubah menjadi dangdut agak (*maaf) erotis. Dangdut yang mengundang syahwat yang mendengarkannya.

Semoga masih ada insan-insan dangdut yang tetap menjaga ke-otentikan dangdut itu sendiri. Yang tetap menjaga suara khas cengkok para penyanyinya. Dandgut yang bisa menjaga nama baik bangsa ini, sebab telah merupakan identitas bangsa di luar sana. Wallahu’alam.

Pose dulu di pinggir Lematang Indah

15 thoughts on “D.A.N.G.D.U.T ?

    • emg fajar bilang ada penyambutan lagu apa??
      *perasaan gak ada laha??? :thinking:
      hahhaa…
      kalo kenal udah lama, cuman kenal yg lebih intens ya pas disini, cz anak2 sumsel ne dangdut maniak gaaallooo….
      atau mimi juga maniak yoo??
      hhhmmm

      • mak mano mi. tiap hari ke Layo. Madai dak kenal Caram Seguguk, itukan jargon Ogan Ilir. #hadeuh #hufth
        di HP dak do, di kompi yg ado…
        LOL

      • astaghfirullah… iyo y? layo.
        lahat itu, seganti setungguan.

        alip ngamuk jar,
        bawa2 golok dan parang *ckckck
        ad ap dgn lahat?
        lahat itu yang plg berkesan jembatan gantungnya
        dan sungai lematang yang airny lebih jernih dibanding musi.

        aih..jd pengen mudik,

      • nah itu benar, seganti setungguan, emg apo dio artinyo mi? kalo emg budak lahat nian nah #10detikTukJawab

        ai,kami futu2 dulu di sana kemaren pas pulang dari lahat, lupo masukin di blog…hehe

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s