Pasca “ini” mau jadi apa?


Penantian itu semakin dekat. Penantian yang tidak hanya membuat orang tua bangga, tapi juga akan membuat lingkungan sekitar akan ikut merasakan atmosfer itu. Penantian yang akan membuat gugurnya salah satu beban di pundak seseorang, akan meringankannya pastinya. Penantian itu pasti datang, tinggal menunggu momentum yang pas tuk meledakkanya. Kapan? Biarlah waktu yang kan menjawabnya.

Sedikit prolog diatas agar bisa menyemangati diri ini. Hari ini saya mulai berpikir lho, penantian diatas tak lain yaitu……….. (you know that lah), bagi saya yang notabene udah menjadi golongan tua di kampus (tapi fisik masih muda lho J), pasti akan mulai merasa waswas deh. Bukannya waswas kapan mau keluar dari rumah peradaban ini, tapi mau jadi apa setelah keluar dari sini. Ya, mau jadi apa elo pasca kampus ini? Mau jadi ini? Itu? Ini itu? Itu ini? Saya sendiri yang bisa menjawabnya nanti. Tapi…bagi saya yang merupakan visioner (ehm), harus ada target yang jelas nantinya. Target yang kudu dari sekarang disiapin atuh, bukannya ketika tali toga udah dipindahin dari kiri ke kanan (*benar gak ya pemindahanya?) baru tersadar dari tidur panjang. Gue mau jadi apa setelah pulang dari sini?? :berfikirKerasSehariSemalam: Helllooo…

Banyak Jalan, Banyak Pilihan !

Baik, target bisa kita pilih setelah ada hasil analisa terlebih dahulu. Mungkin saya akan paparkan sedikit hasil terawangan saya mengenai apa saja yang harus dilakukan pasca kampus. Kalo-kalo ada yang salah dan tidak berkenan di hati dan otak sahabat pembaca yang budiman, jangan sungkan-sungkan nasehati saya, maklum masih mahasiswa.xixixi.

1. Pengusaha

Kalo nama kerenya sekarang ini entrepreneurship. Agak patah lidah nyebutin bahasa kerennya, jadi saya sebut aja pengusaha, atau mungkin bos. Ini mungkin profesi yang membuat harga diri semakin meningkat. Eh,kok meningkat? Emang diri ini yang mau dijual, bukannnn. Ayo fokus. Mayoritas profesi ini pilihan kedua bagi teman-teman alumni, kalo gak dapat kerjaan baru deh mengalihkan ke jalan suci ini. Sebenarnya jalan suci ini gak gampang, jadi gak heran kalo banyak yangg berguguran di tengah jalan. Banyak yang tewas. Tapi gak ada yang sampai bunuh diri kok. Malah jalan ini yang Idol kita rekomendasikan lho, ya siapa lagi kalo bukan Rasullullah, “9 dari 10 pintu rejeki itu lewat berniaga/usaha”. Jadi gak salah kalo kita amalin ini, jadi sunah juga anjuran Rasul kita sendiri. Tapiii…..banyak orang yang skeptis akan hal ini, mereka lebih senang bermain aman dengan menjadi pegawai. Gak ada resiko, gak ada onak duri, dan lainnya.

Nah, kalo pengen jadi pengusaha yang sukses ya kudu dari sekarang. Jauh-jauh hari kalo mau sukses besar. Kata sahabat saya kemaren, minimal butuh 7 tahun tuk sukses dalam berdagang. Saya juga gak ngerti itu teori siapa, tapi saya iyakan aja. Maklum dia lebih senior berdagang dari saya.hehe. Jangan marah kalo baca ini ya. Makanya dari bangku kuliah ini harus diasah kemampuan berdagang tu. Pengen kan kayak Abdurahman bin Auf yang kaya raya, itu lho sahabat Rasul yang kaya raya di jamannya. Pokoknya banyak surplusssss yang ada ketika memilih jalan suci ini, syaratnya harus tahan banting dan bersabar.

2. Dosen / kuliah lagi

Jalan langit ini biasanya disukai anak-anak ilmi ne. Anak-anak yang merasa ilmunya di kampus saat ini gak cukup. Jadi harus dicari lagi. Ditambah lagi. Serta terinpirasi dari Quran, “Allah akan mengangkat beberapa derajat orang-orang yang berilmu”. Wuih keren ne, Allah akan memberikan keistimewaan nantinya. Banyak cara lho buat kuliah lagi, paling sering diincar mahasiswa itu ya dengan Beasiswa Full, ada juga sih yang memakai biaya sendiri. Tapi gimana gitu kalo dapat beasiswa apalagi yang beasiswa full/penuh dibayarin ampe lulus. Sesuatu gitu. Kemaren juga sempat ngobrol ama @udayusuf ketika beliau ke Palembang. Beliau termasuk salah seorang yang kueren abis. Usaha…ada. Jadi staf ahlinya gubernur juga. Gak kalah keren, juga dapat beasiswa full ke Belanda. Bulan oktober ini berangkatnya. Ajiiiibbb. Gilee benerrr tu. Jadi beliau nceritakan kemaren tu kronologisnya, tapi kayaknya gak muat disini. Jadi intinya aja ya. Dari beasiswa full itu nantinya, dia juga bisa dapetin uang lho. Gak tanggung-tanggung, sekitaran 200juta. Maklum buat pengantin muda,hehe. Udah dapat ilmu ke negeri Kincir Angin itu, dapat duit pula, ilmunya ntar bisa dipakai di bangsa sendiri.

“Jadi kalo mau kuliah lagi, cari yang beasiswa penuh. Cari ke luar negeri. Jangan di sini-sini aja (Indonesia-red)”, katanya. Banyak hal yang bisa kita dapatkan disana. Memang benar sih. Harus rubah paradigma berfikir ne bagi yang belum berubah.

3. Jadi pegawai

Sebenarnya agak malas ngomongin ini, saya yang memakai aliran otak kanan agak gimana gitu. Tapi dak apa-apalah, kalo nantinya ini bisa dijadikan cadangan kalo gak jadi yang diatas #nahLho. Hari-hari menjelang ……….pasti bakalan sibuk ne. Bukaann…bukan sibuk siapain……….. Sibuk cari perusahaan mana yang buka loker. Beli koran, halaman selain loker dibuang aja. Buka internet, cari web EO yang ngurusi loker. Sms kenalan lama, telepon jaringan antar kampus. Ada lowongan gak. Pasti sibuk mencariiiiii. Ya itulah awalnya, setelah dapat pekerjaan. Mulai deh dijejali sana sini. Disuruh ini itu. Maklum masih newbie. Seperti itulah siklusnya. Naik pangkat tiap beberapa periode. Syukur-syukur kalo prestasi bagus. Karir bisa melesat. Dalam 1 tahun mungkin udah jadi bos.

4. Balek dusun

Ini ya kalo gak ada lagi profesi yang kira-kira bisa didapatkan. Balek dusun. Balek kampung. Bajak sawah. Ngurusi tanah di kampung yang luasnya berhektar-hektar. Setelah agak tenar dikit, nyalon jadi ketua RT, terus nyalon Kades dan seterusnya. Dan teman-temanlah yang bisa melanjutkan penjelasanya.hehe.

5. Apa lagi yaa? Ada saran mau jadi apa?

Bingung mau jadi apa lagi. Hehe.

Yap itu lah sekelumit  dari pengalaman penulis di kehidupan sehari-sehari. Mengamati perilaku para senior-senior yang udah duluan nyicipi pasca kampus, ternyata emang berat kehidupan di luar sana sob. Liar. Ganas. Panas.

Inti tulisan ini sebenarnya buat penulis sendiri, yaitu saya. Ingin menganalisa terlebih dahulu akan menjadi apa nanti. Seandainya ini bermanfaat bagi sahabat pembaca budiman sekalian, ya Alhamdulillah. Ditunggu karya nyata sahabat semua. Kita pasti bisa sukses. Tinggal kita memilih jalan mana yang akan kita lalui pasca penantian ini. Sukses adalah saya gak zamannya lagi. SUKSES BERSAMA PASTI BISA.xixi.

ditemani Soundtrack : PADI beberapa album.

30 thoughts on “Pasca “ini” mau jadi apa?

  1. Gak semua anak ilmi mau jadi dosen loh🙂,,jgn lupa teman2x kita yg udah jelas profesinya kyak para cekgu, dokter mrka sdh jelas arah tujuan profesinya…

    • kan ada sambunganya, mau kuliah lagi yg otomatis bisa jadi peneliti dsb, #ngeles
      kalo itu lah jelas ke-profesi-an mereka buk…jadi gak usah bahas itu. tapi kalo mereka keluar dari jalur itu gimana?? hayooo….

  2. satu lagi saran, meminang atau dipinang.hehe😀
    kalau ane sih cita – cita nya ingin jadi pegawai dlm bidang AiTi, sudah jadi pegawai jadi pengusaha.
    namun seblumnya mesti struggling buat kejar gelar S.kom *Bukan Sarjana Komedi sama dapat 1 sertifikasi standar internasional -lah.. do’akan mas bro #Sukses
    aamiin

  3. kayakny anak FKIP dk perlu ditanya y Jar.
    menjadi apa pun itu, yang penting bermanfaat.
    dan Allah ridho…

    makanya klo inspirasi dr videony k’ danang, tuliskan impian.
    map!
    klo kata ippho “sidik jari kemenangan”

    mau jadi apa pun, yang penting manfaat

    • yg FKIP, yg FK, yg apalagi yaaa….gak usah ditanya..profesi mereka jelas dan terarah.
      tapi, yg luar biasa ketika mereka keluar dari jalur itu?? why not??
      kalo bermanfaat dan mengharap ridhoNya pasti, itu lah general. kita harus spesifik biar terarah…
      muantappp….

  4. Ane nyimak aje tadz..!!
    “Saya punya anak perempuan, dia ingin mencari pendamping hidup, anakny baik2..Kalau ustad berkenan, silahkan sowan kerumah, ini kartu nama saya”.. (KCB mode)
    kalau model begini gimane??😀

  5. Menurut saya, point 1,2,3 akan lebih mantap jika dikolaborasikan…
    Dan saya brencana utk mnjalani 1,2, dan 3 secara beriringan. aamiin.
    Untuk point 4, “balek dusun” itu justru dirasa sangat penting.. Tidak selamanya loh orang yang “balek dusun” itu hanya untuk membajak sawah, menggarap tanah, menjadi pak RT stelah tenar.. Bukan. Bukan itu.
    Kita sama sekali jangan meremehkan saudara2 kita yg mmilih “balek dusun” sebagai pilihan mulianya.
    Mengapa?
    karena balek dusun itu menjadi sangat penting saat tujuanya adalah dia ingin membangun desanya, dia ingin mmperbaiki kondisi prilaku masyarakat di desanya dengan ilmu yg sudah dia dapatkan selama belajar atau kuliah.. balek dusun pun akan mnjadi sngat penting jika dia bs mnjadi inspirasi bagi anak2 di desanya agar dpt skolah tinggi kmudian mmilki prilaku yg baik.
    Balek dusun akan sgt penting jika keberadaannya mmbuat masjidnya yg dulu sepi, tapi brubah menjadi ramai krn dia mngajak2 anak2 disekitar rumahnya utk mengaji atau mngajak bpk2 utk sholat brjamaah di masjid.
    Balek dusun itu penting,
    Bahkan, salah satu persyaratan saat kita mau daftar beasiswa di luar negri adalah ” bersedia kembali ke tanah air setelah menempuh pendidikan”.
    Bukankah itu artinya “kembali ke tempat asal?”.
    Balek dusun itu penting.. Teman-teman yg memilih “balek dusun” itu hebat ^__^

  6. pertama manfaatkan peluang mana nantinya yg didepan mata, walaupun itu bukan passion kita, ambil aja, sypa tau itu memang yg terbaik mnrt Allah. smbil berjalannya waktu dg profesi pertama, cari peluang lain yg sesuai passion(jika tadinya belum), jika dapat, nah itu bisa diambil dengan meninggalkan profesi yg pertama atau mengkombinasikannya. e.g: dosen+pengusaha, pengusaha+pegawai, dosen+pengusaha+balik dusun, atau kombinasi lainnya. Pasca campus ga seseram yg dibayangpun, eh yg dibayangkan, insyAllah ada rencna yg telah disiapkn-Nya, asal kita optimal ber-ikhtiar n tawakkal. Yg seram tuh klo kita jauh dari Allah, kata Ustad di TV itu da, he…

  7. Ada seorang ustadz yang kerja di PT Angkasa Pura (nama dirahasiakan),,
    Setiap kali ditanya “kerja di mana?”…dia selalu jawab:

    “Kerja utama saya da’i ilallah..karena saya punya moto-nahnu du’at qabla ala qulli sya’i (kami adalah dai sebelum segala sesuatu)-”

    kemudian baru dilanjutkannya,,”nah, kerjaan sampingan saya kebetulan di PT Angkasa Pura.”
    😀

    So, mau jadi apa pun setelah kuliah..tu Dakwah&Tarbiyah lanjoottt terrroooss..InsyaAllah jadi “orang” deh,,dan biasanyaa kerrrreeennn plus menjadi yg terdepan

    NB: tapi ini berlaku bagi yang “bener” tarbiyahnya..kaga ngasal2an🙂

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s