Penikmat Jalan Panjang


Hidup itu pilihan. Bagaikan dua sisi mata uang. Pilihan yang tetap meneguhkan diri itu di jalan ini, jalan yang panjang nan berliku. Orang itu. Bukan,lebih tepatnya mereka! Mereka itu termasuk penikmat jalan panjang ini. Mereka sadar jalan ini sangat panjang yang tak tau dimana ujungnya. Santai tapi serius. Tak perduli apa kata orang. Mereka mencintai jalan ini. Jalan yang mereka yakini bisa menjadi kunci ketika bertemu Mungkar & Nakir esok hari.

Banyak cerita indah di jalan ini. Awalnya sulit. Bermandikan keringat pastinya. Sekarang pun mungkin masih. Tapi ceritanya telah berubah. Awalnya menjadi aktor. Sekarang merekalah sutradaranya. Kelak mereka akan menjadi produser, yang berkarakter pastinya.

Egois. Mereka sangat egois kepada muara jalan ini. Jalan yang menjadi bekal mereka tuk hadapi Sang Pemilik Jalan sesungguhnya. Dilemma,pasti itu. Disaat kendaraan sejenis telah mampu keluar dari lajur ini, mereka masih asyik disini. Asyik mengawasi jalannya kendaraan lain. Mereka tidak ingin apa yang mereka cita-citakan menjadi sia-sia.

Pahit.bagi orang awam bisa saja iya. Bagi mereka itu? Malah manis mungkin. Semanis ganjaran yang akan mereka terima nantinya. Disaat teman-teman sebaya telah mengarungi bahtera yang lain, yang telah mampu menghasilkan karya nyata tuk mengukir senyum terindah bagi orang-orang yang mereka cintai, mereka masih asyik di sini. Aneh,bagiku itu sangat aneh. Bagi mereka mungkin suatu kewajaran. Tuk bisa memastikan produk-produk yang dihasilkan lebih hebat dari mereka. Tak salah mereka menempuh perjalanan panjang. Tuk bisa menjaga kualitas.

Tidak disini saja ada orang-orang seperti mereka. Jauh di negeri subur nan elok disana, mereka juga tumbuh subur bagai jamur di tempat lembab. Imun mereka terlalu kuat tuk tegar di jalan ini meski banyak cibiran sana sini. Aku? Belum tentu bisa seperti itu. Masih sering galau dikatakan ini itu. Aku tidak yakin bisa bertahan layaknya mereka. Mendengar ucapan orang yang paling aku cintai tuk menyegerakan ini itu tidak bisa aku hindari lagi. Segera,insyaAllah. Tapi ijinkan aku tuk bisa memastikan terlebih dahulu, produk yang akan dihasilkan setara dengan produk yang mereka hasilkan. Kalo bisa lebih baik dan berkualitas. Aku merindukan masa-masa itu.

Aku menyebut mereka pahlawan. Tidak sekedar pahlawan biasa. Luar biasa! Mereka lah penikmat dakwah cinta ini sesungguhnya. Selalu ada tuk cinta ini. Aku?

7 thoughts on “Penikmat Jalan Panjang

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s