Jadi Makelar Rejeki, Mau ?


Marhaban ya Ramadan. Udah lama gak nge-blog ne. Kali ini saya mau coba sedikit mengulas sebuah buku. Bulan puasa gini enaknya nge-baca buku. Hehe. Buku yang saya baca kali ini buku Makelar Rejeki, karangan Kakek Jamil Azzaini. Kemaren teman ada yang nyeletuk waktu saya lagi baca buku ini, “Mau jadi motivator ni yeee”. Dalam hati saya jawab aja, “setiap orang harus bisa menjadi motivator, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar”. Iya, bukan berarti baca buku motivasi ya pengen jadi motivator. Yaelah si kawan ini, mentanglah udah sering jadi motivator. Bahkan tingkat kampus lagi 😀

MR

Kebetulan saya waktu itu lagi galau, butuh suplai motivasi aja. Maklum kan hanya manusia biasa. Eh gak sengaja nemu buku ini di rukonya seorang sahabat. Dipinjem dulu deh.hehe. dulu pernah kepikiran buat beli buku ini, namun setelah dipikir-dipikir gak usahlah. Toh,yang namanya motivasi ya seperti itulah. Tapi setelah baca buku ini, kok ada sensasi lain ya. Memang lain virus yang ditularkan oleh si empu buku ini. Bahkan terpikirkan tuk melakukan hal yang nekat, tapi setelah dipikir–pikir lagi gak usah deh. Ntar banyak yang nangis,hihi.

Lanjut. Mari kita sampul belakang buku dulu. Oiya, saya sering kali tertarik tuk membaca komentar-komentar yang biasanya ada di belakang sampul buku. Wew,yang komentar orang hebat semua. Motivator kelas atas galo. Keren kayaknya buku ini. Sayang nama saya gak ada di daftar komentator itu.

Gak usah bahas per halaman ya, ntar teman-teman gak jadi beli buku ini. Cukup baca tulisan saya ini, udem! Ada pembahasan mengenai gardu energi. Layaknya gardu listrik yang menghimpun masukan-masukan yang ada dan mengalirkanya sesuai porsinya ke masing-masing tempat. Begitulah layaknya manusia, mereka bisa menjadi pengalir energi-energi yang ada. Bukankah energy itu tetap/konstan di muka bumi ini, yang ada hanya perubahan-perubahan bentuknya.

Saya juga baru tahu bahwasanya kebahagiaan itu ada dua. Ada yang alami, ada pula yang sintetis (buatan). Itu menurut Prof. Daniel Gilbert. Kalo kebahagiaan alami ya perasaan bahagia ketika mendapat apa yang diinginkan, sedangkan yang sintetis yaitu kita menciptakan sendiri kebahagian itu. Kalo kebahagiaan alami itu yang sering kita alami. Sedangkan yang sintetis harus bisa kita ciptakan, ada yang tau gak contohnya apa? Silahkan baca buku ini kalo belum tahu. Kalo yang udah tau ya cukup senyum sendiri aja baca tulisan saya ini J  Ternyata yang baik itu ya kebahagiaan sintetis, kok bisa? Silahkan baca sendiri lagi buku ini,hehe.

Di buku ini juga dipaparkan bagaimana kita menjadi makelar rejeki. Oiya, saya belum mendefinisikan apa itu makelar rejeki,tapi kayaknya gak usah disebutin deh. Biar teman-teman bisa baca langsung bukunya.hoho. Disini ada 5 cara menjadi makelar rejeki; temuka potensimu, bangun dan jagalah integritas, memiliki mental To Give, poin selanjutnya silahka dibaca aja ya bukunya.hehe.

Pokoknya gak rugi deh baca buku ini, sungguh buku ini akan menghasut kita menjadi seorang makelar rejeki, seseorang yang insyaAllah bermanfaat bagi lingkungan sekitar. insyaAllah dunia & akhirat kita dapatkan kuncinya.

Itu dulu ya. Semoga Ramadan tahun ini berkesan dan diberkahi bagi saya dan teman-teman semua.

Selamat sahur sendiri-sendiri bagi yang masih bujang.

Selamat berbuka yang enak nan gratis di mesjid,hehe #pemburuTa’jil, Kalo berbuka pastinya ramailah, kan di mesjid :0

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s