nice memory : BRM >> Gaul tapi Syar’i

Cyntia Evinur Ananda

Menemukan tulisan ini ketika merapihkan file di laptop. terharu. memori ketikatergabung sebagai anak-anak Rohis di SMA satu per satu menari di pelupuk mata. kerinduan untuk kembali ke sekolah kembali membuncah.

Membayangkan,

suatu saat ketika kembali ke smatri,

saat adzan dikumandangkan,para siswa/i berbondong-bondong ke mesjid,

mesjid penuh dengan wajah yang merindukan kedekatan dengan tuhannya.

melihat ke pojok-pojok kelas,

siswa/I menyibukkan diri dengan kegiatan memperbaiki diri

ada yang belajar,

tilawah,

membaca buku,

berdiskusi,

membentuk lingkaran,halaqoh.

 

Kegiatan keagamaan ramai peminatnya,

Siswi ke sekolah di hari minggu dengan pakaian yang tertutup rapi,

 

Mencontek menjadi tidak lazim,

Hormat kepada guru menjadi kebiasaan,

Banyak mimpi,banyak harapan,

Sebuah perubahan yang datang dari siswa sekolah,

Siapa yang bisa mewujudkan itu?

Orang-orang yang hari-harinya disibukkan dengan mencari ridha Allah,

Mengikuti jejak yang telah ditinggalkan Rasulullah

Berda’wah. da’i.

 

Semua mimpi itu berawal dari terbinanya satu individu,

Kemudian menularkan ke individu yang lain.

Apakah mimpi itu akan bisa…

View original post 544 more words

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s