Ngetik itu addicted ?


Hap hap. Tangan ini terasa kaku tuk disuruh menari di atas tuts keyboard ini. Lama tak mengetik di blog rasanya memang beda. Terkadang inspirasi itu hanya lalu lalang di dalam cerebellum ini. Ntah apa yang membuat diriku ini malas tuk meliukkan kata-kata di atas kanvas wordpress ini. Tapi kurasa memang harus dipaksakan agar keegoisan itu pudar. Banyak kisah-kisah unik bin nyata yang akan menguap ke langit. Harusnya memang diikat dalam sekumpulan baris-baris kata, agar memori itu bisa dikenang nantinya. Ya, suatu saat nanti ketika semuanya telah berubah. Yang tadinya masih bocah ababil, sudah berbuah dengan matangnya sehingga layak tuk “dikonsumsi” oleh masyarakat banyak.

Ternyata mengetik itu sesuatu banget. Teman sekamar yang merupakan calon pendidik bangsa ini rela semalaman suntuk tuk sekedar mengetik. Buset dah. Sengaja tidur bentar di siang atau sore hari. Berbekal segelas kopi atau apalah namanya, telah siap tuk berpetualang di atas kertas sakti. Kalo gak salah, berarti benar yaa; namanya RPP. Tiap malam, hmmm…hamper tiap malam aku menggoda dia tuk sejenak berhenti pedekate dengan kertas sakti itu. Tapi jurus-jurus yang kupelajari dari para shinobi selalu mental oleh shinobi yang satu ini. Dahsyat nian bana lah. Tak terpikirkan olehku bagaimana kondisi teman-teman seperjuangan denganya? Apakah seperti itu juakah? Anggap saja iya, widiwww.

ngetik yang cepat

Lain lagi tetangga sebelah kamar, yang juga katanya selalu sibuk ngetik. Tapi biasanya dia ngetik buat kuliah. Maklum, nak jadi hokage termashyur di Unsri nantinya. Tapi kuliah yang diberikanya lain dari biasanya. Biasanya orang-orang kota sebut dengan kultwit. Lebih banyak mungkin dia habiskan waktu tuk bermain dengan kata-kata, baik menggunakan bahasa bumi maupun bahasa langit. Beuhh. Obsesinya tinggi, setinggi hatinya tuk segera tetttttt. Hampir tiap malam dia mencari inspirasi tuk bisa kultwit. Jadi tak salah ketika bangun esok hari, banyak kumpulan buku-buku yang terlentang tengkurap di lantai rumah, ntah diapakan olehnya semalam suntuk. Kalo teman pertama tadi berbekal kopi dan sejenisnya, lain lagi tetangga ini, dia doyan nge-teh. Baik teh biasa, teh hijau, teh herbal, bahkan mungkin teh pelangi udah dicicipinya. Tak jarang jikalau pagi hari banyak kumpulan semut yang bermain-main didekatnya. Bukan karena dia manis, tapi karena akumulasi teh yang berbagai rasa tadi yang telah diejawantahkan, spesial tuk semut-semut manis. Auoo.

Inilah dulu mungkin sekelumit yang bisa dipajang dalam etalase blog ini. Kalaupun ada yang mampir, jangan lupa dilihat dulu barang-barangnya, bisa dinego kok harganya. Kalo suka ya langsung beli, kalo kurang suka ya disuka-sukain aja. Bagi teman-teman yang merasa menjadi pameran utama dalam cerita ini, tolong jangan senyum-senyum ya. Aku gak butuh senyumanmu, udah bosan;  tapi cukup dibayar aja kontan dengan sarapan pagi. #eeaaaa

2 thoughts on “Ngetik itu addicted ?

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s