Memicu Suhu


Selain menakar kuantitas, diperlukan juga tools lain agar terjadinya akselerasi dalam pembentukan kader. Salah satunya peningkatan suhu. Zaman sekarang pengennya selalu yang instan. Begitu pula dengan pembentukan kader. Maunya kader cepat terbentuk, sehingga targetan jangka panjang bisa kita perpendek. Tugas yang berat menjadi ringan. Khayalan masa depan menjadi nyata keesokan harinya.

Itulah manusia. Tak bisa kita pungkiri jua. Di tengah hiruk pikuk globalisasi saat ini memang dibutuhkan cara-cara cepat menuju impian mereka. Begitu pun dengan kita di kampus. Pesta yudisium dan glamornya wisuda telah menjadi trigger sebagian kalangan. Sehingga bahan baku kebajikan di kampus mulai tergerus sedikit demi sedikit. Jikalau ingin hegemoni kebajikan ini tetap berlanjut, syaratnya cuma satu, siapkan pelari yang akan menerima estafet kebajikan yang telah kita bawa lari selama ini.

Berlanjut dari analogi memasak nasi sebelumnya, pada proses pematangan diperlukan buah kesabaran agar mendapatkan nasi terbaik. Jikalau kita tidak termasuk orang yang sabaran, yang mungkin sudah lapar dan cepat-cepat ingin menyantap nasi, silahkan tingkatkan suhu internal proses pematangan. Sehingga percepatan merekahnya bulir-bulir nasi bisa digenjot dengan bantuan suhu yang memanas.

Peningkatan suhu kan membuat yang lain juga terpicu tuk lebih baik. Ketika “suhu” telah memanas, maka semua potensi yang mungkin masih malu-malu kan keluar dari sarangnya. Bertambah kapasitasnya, bertambah pula pemahamannya. Maka tak ada alasan yang memberatkan ketika pelari yang ingin segera menghampiri globalisasi telah menyerahkan estafet kerja-kerjanya kepada pelari selanjutnya. Semoga kita sukses bersama globalisasi. []

2 thoughts on “Memicu Suhu

  1. peningkatan suhu agar tidak terjadi hipotermia memang perlu, tapi jangan dipaksakan dalam waktu sebentar, kalau-kalau akselerasi akut itu menyebabkan suhu sangat tinggi sehingga bukannya berlari semakin kencang, malah terkapar karena sel-sel imun kalah telak melawan perubahan cepat, #tsah.

    • harus membiasakan dg “suhu” sekitar karena manusia cenderung tuk berkompetisi,
      mengenai imun yg kalah telak, insyaAllah dokter yg lebih tau #yeah

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s