Sungai Pedado


Merantaulah !! kau akan temui keluarga baru, lingkungan baru, dan orang-orang baru yang siap berbagi bersamamu.

Kupacu supraku menuju daerah yang tak terkenal itu. Sebuah tempat yang katanya kecerian berkumpul disana, menghilangkan letih yang telah kau pikul. Tempatnya jauh dari keramain kota, sangat tenang. Ah, apakah benar itu.

Akhirnya sampai jua di tempat itu. Dengan jalan masuk yang sudah di cor beton, lancar jaya lah masuk ke daerah itu. Bangunan itu tak menandakan sedikitpun tentang aktivitas belajar didalamnya. Yang ada dihadapanku saat itu sebuah rumah kayu yang dibawahnya terdapat kubangan air, seandainya Musi meluap bisa saja kubangan itu terkena muntahannya. Dengan atap seng yang kayaknya baru direnovasi, bersandar pada tiang-tiang mungil penyangga bangunan.

Sebelum Ada Jembatan

Di mulut rumah itu sedang berkumpul ibu-ibu lagi bercerita, ada yang sesekali celingukan ke dalam rumah tuk melihat sesuatu. Sempat terpikirkan, apakah gue salah tempat. Kerumunan di seberang itu apakah arisan ibu-ibu atau apakah?

Kuberanikan diri ini melewati jembatan mungil yang sengaja dibuat tuk bisa menghantarkan manusia ke rumah itu. Terbersit dalam hati, apakah jembatan ini kuat menahan bobot ku yang ringan ini. Bismillah aja.

Didalam rumah ku lihat beberapa manusia yang kukenal sepertinya. Wajahnya tak asing, tapi kegiatannya yang asing bagiku. Mereka dikerumuni kumpulan anak kecil berwajah polos. Seakan anak kecil itu tersihirkan oleh mantra yang disebutkan manusia-manusia tadi.

Menyihir Anak Kecil

Masuk ke dalam rumah, suasana hangat menyerbuku. Ramenya anak kecil didalamnya membuat suhu ruangan jadi sesak. Kulihat keatas, tak ada plafon yang menggantung, yang ada hanya atap seng. Klop banget suasana saat itu. Arah jam 1 dari pintu masuk terdapat jendela, dan itulah satu-satunya jendela disana.

Sejenak, ku mulai tenangkan diri. Agar bisa sesuai dengan tempat seperti ini. Ke depan aku harus bisa menyesuaikan diri disini. Sebab aku hanyalah pendatang baru. Mau tahukah kau apa nama daerah itu? Sungai Pedado.

2 thoughts on “Sungai Pedado

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s