Dunia Tanpa Batas


Hari Jumat sampai Ahad kemaren (7-9 Oktober 2016) diminta menjadi delegasi sebuah komunitas kebaikan ke Jakarta tuk ikut serta dalam pelatihan Era Digital. Awalnya ada kegundahan ketika mengikuti pelatihan ini karena 2 orang sahabat terbaik mengundang ke walimatul ursy-nya. Betapa tidak, momen walimahan ini hanya sekali seumur hidup kita lakukan sedangkan ikut pelatihan seperti ini bisa kapan pun, kata Taufiq Akbar, menimpali kegundahan hati ini. Namun kita yang berencana namun Yang diatas jualah yang menentukan, bismillah aja. Sori ya bro Daud Zen dan bro Wahyu ‘Dark Knight’ belum bisa datang, mungkin kalo nambah istri nak nikah lagi insyaAllah datang, hihi.

Isi materi pada acara tersebut ternyata sangat daging, istilah kekiniannya hari ini. Pembicara yang didatangkan sangat kompeten namun sayang mepetnya waktu membuat sesi diskusi terasa cepat berlalu. Bahkan di tengah acara kami kedatangan pak Menteri Kominfo Era SBY. Beliau sangat peduli pada komunitas-komunitas yang berbasis digital hari ini, karena ke depannya Indonesia kan menjadi ‘madu’ dalam industri digital dunia.

Sesi pertama membahas Digital Mindset. Bagaimana hidup di era digital ini, semua yang laku di pasar bermula dari mindset kita sebagai pelakunya. Hampir semua kaum urban memiliki gadget dan terkoneksi ke jaringan internet. Semua orang asyik bahkan menjadi candu dengan jejaring sosial medianya. Digital mindset berarti semua yang akan kita lakukan, yang ingin kita buat dan kerjakan berawal dari bagaimana mendigitalisasi tuh acara, bagaimana supaya crowded dulu tuh di sosial media, ciptakan dulu keriuhan massa, lalu ciptakan gelombang viral yang membuat orang-orang penasaran. Makanya tak heran banyak orang-orang yang sengaja mencuri perhatian kita dengan berbuat yang tak lazim dan manusiawi.

digital-mindset

 

Kita bisa liat tren terbaru yang sempat booming, si Awkarin dan Anya Geraldine. Mereka posting tuh gaya hidup pacaran ala barat dan menjadi viral di yutub, tau gak berapa rupiah yang mereka dapatkan? ratusan juta men. Di luar logika gak? bagi saya iya tapi itulah era digital. Mereka berhasil mendigitalisasi anak-anak muda Indonesia yang sedang mencari jati diri. Kalo yang nyeleneh aja bisa dapat duit, kenapa hal-hal yang baik gak bisa juga? inilah yang menjadi tugas kita semua. Mindset orang-orang yang mengaku gen Y harus kita benahi dari sekarang. Teruntuk gen X pun harus kita berikan insight, karena amanah mereka sebagai orang tua membuat mereka juga harus adaptif dengan era digital ini. Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya, kata Imam Ali, karena mereka bukan hidup di zamanmu.

Di akhir sesi pertama, kami berkesimpulan bahwasanya merubah mindset ini bukanlah tugas satu atau dua orang tapi tugas bersama. Mari kita tularkan semangat pembelajaran digital ke orang banyak, agar mereka tidak ditelantarkan zaman.

(bersambung…)

11 thoughts on “Dunia Tanpa Batas

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s