Melipir ke Ujung Pulau Andalas


“Jok, catetlah di kalender hape tu tanggal 18 Maret 2017 harus ke Lampung. Awas bae idak datang !”, ujar salah satu preman Lampung kelahiran Bengkulu. Sebut saja namanya Pranzz. “Iyo, iyoo bang. Tenang bae aidaahh, cerewet pulok cak betino” jawabku seketika.

Itulah percakapan absurd seorang Preman Lampung dengan Panglima Palimo. Mau tak mau, senang tak senang, jangan dak jadi ke Lampung. Mulailah aku, eh kok formal nian ye be-aku aku, mengumpulkan anggota tuk menyerbu Bandar Lampung. Dimulai dari mengumpulkan seluruh preman beskem Palimo, terkumpullah cukup orang untuk melakukan invasi ke Bandar Lampung. Dan di detik-detik keberangkatan ternyata preman Muhammadiyah Plaju bergabung dengan skuadron Palimo, mereka tidak menemukan tulang rusuk yang cocok untuk diajak nyepur bareng ke Bandar Lampung. Bismillah, tambah besar anggota skuadron. Dan Jumat malam (17032017), si gerbong besi merangkak perlahan meninggalkan stasiun Kertapati, Palembang.

menuju gerbong besi
disaat orang lain acuh kita malah eksis, you rock brosis

2 hari sebelum keberangkatan, diaturlah strategi apa yang cocok digunakan selama di Bumi Kedaton. Maka terbentuklah grup whatsapp, jreng jreng nambah lagi grup. Selalu begitu. Dan mulai berkenalanlah antar penghuni grup satu sama lain, sekedar basa-basi atau memang ada incaran satu sama lain, bahkan jauh-jauh hari kami telah mengirim seorang intel untuk berangkat ke Lampung, mengecek kondisi medan perang disana serta memastikan semua amunisi dan akomodasi skuadron Palimo Plaju Bersatu aman sentosa bahagiaaa. Gud job Sir!

Sabtu pagi (18032017), gerbong terseok-seok memasuki stasiun akhir, pertanda telah sampai di stasiun Tanjung Karang. Arah angin dan komposisi awan di atas stasiun cukup berlapis-lapis tipis, menandakan akan cerah berawan nantinya. Rencana awal, skuadron Palimo akan dijemput intel namun semuanya berubah ketika preman Medan menghubungi Panglima Palimo untuk segera bergabung ke markas mereka. Lapan nam. Di stasiun skuadron Palimo berpisah untuk sementara waktu dengan skuadron Plaju, sekedar pergi untuk kembali jua nantinya.

menunggu Preman Medan, diapit Wolferine Plembang
Preman Lampung dan Nyonya

Arloji menyentuh angka 9.30, pertanda semua anggota skuadron Palimo Plaju Bersatu harus segera merapatkan barisan. Jam 10 lewat dikit akhirnya kami merapat ke beskem preman Lampung, di GSG Ernawan Khua Jukhai. Segera kami mencari preman Lampung, untuk bisa kami amankan dia beserta pasangannya menuju tahta kerajaan di atas panggung. Alhamdulillah misi pertama lancar jaya.

bersiap siaga

Kami pun mulai menyebar di dalam GSG, memantau gerak gerik orang asing yang berkeliaran. Ternyata hari itu, banyak orang asing datang dari seantero Indonesia, bahkan ada yang dari NTB dan Kalimantan. Kami semua harus siaga penuh, jangan sampai kecolongan tidak mendapatkan jatah ransum vip, semua anggota diinstruksikan merapat ke barak makanan untuk siaga. Alhamdulillah, kami dapatkan apa yang kami inginkan.

Terakhir semua anggota skuadron Palimo Plaju Bersatu merapat di tahta kerajaan, si Preman Lampung ingin mendokumentasikan momen bahagia karena telah diantar dengan selamat ke atas panggung. Cheers gaes. Saatnya kita lanjutkan misi berikutnya. Mission complete!

say cisss..

***

bersambung…

 

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s