Orang-orang


Tak terasa hampir 9 bulan meninggalkan dashboard ini. Yuk tinggalin jejak.

***

Bincang mengenai orang tidaklah cukup 1 atau 2 hari, butuh waktu lama tuk bisa menggambarkan orang-orang yang sering kita temui. Itu yang baru sering kita jumpai, bagaimana dengan yang jarang kita jumpai? Sulit! Sebab di era globalisasi ini membuat orang berubah sangat cepat. Yang dahulunya pendiam, acuh tak acuh dan introfert tiba-tiba menjadi ekstrofert di kemudian hari, bahkan ketika ngobrol pun tanpa jeda, tidak ada titik koma. Begitupun sebaliknya.

Banyak orang, banyak yang kita kenal. Banyak keragaman yang mestinya kita petik. Benar perkataan Rasulullah, menjaga silaturahim (termasuk mengenal banyak orang) bisa memanjangkan umur dan menambah rejeki.

Semakin banyak orang, harusnya kita bisa membuat semacam “bank perlakuan”. Sebab tiap orang kadangkala ingin perlakuan yang berbeda. Ingin perhatian yang berbeda. Kita ingin memanusiakan mereka, maka cara manusiawi ala mereka yang kita terapkan. Itulah hidup. Bagaimana memanusiakan manusia itu sendiri.

Bergabung di sekumpulan orang-orang pastilah membuat kita kadangkala ingin kita yang dimengerti oleh mereka. Lumrah, sebab kita jua manusia biasa. Tapi bagi seorang pemilik “bank perlakuan”, mereka tidak mempersalahkan bentuk pengertian dari orang lain. Sebab itu yang mereka cari, yaa untuk menambah deposit bank perlakuannya.

Sekarang pilihan kita, maukah menjadi pemilik bank perlakuan itu?

 

Advertisements